Posted on Leave a comment

Inilah Deretan Artis Ber Hijab Indonesia, Berhijab Setelah Menikah

Berhijab bagi kaum hawa merupakan suatu kewajiban, sehingga bagi kita kaum wanita berusahalah untuk berhijab meskipun awalnya berat dan banyak sekali rintangan. Memang untuk memutuskan memakai hijab ketika masih menyandang status sebagai artis bisa dikatakan tidak mudah. Namun dukungan dari suami dan keluarga serta keyakinan kuat yang membuat beberapa artis ber hijab setelah menikah dan punya anak, siapa saja mereka?

Inilah Artis Ber Hijab Setelah Menikah

1. Ayudia Bing Slamet Memakai Hijab

Artis ber hijab salah satunya adalah Ayunda Bing Slamet. Setelah melahirkan anak pertamanya, Ayudia Bing Slamet memantapkan diri dan memutuskan untuk memakai hijab

Artis Ber Hijab_Ayudia Bing Slamet

2. Shireen Sungkar

Sesaat setelah menikah dengan Teuku Wisnu, Shireen memang sudah mantap untuk memilih berhijab di setiap aktifitasnya.

Artis Ber Hijab_Shireen Sungkar

3.  Dhini Aminarti Ber Hijab dan Didukung Suami

Artis ber hijab selanjutnya adalah Dhini Aminarti, Sudah bertekad memakai hijab dan didukung langsung oleh sang suami, Dimas Seto.

Artis Ber Hijab_Dhini Aminarti

4. Risty Tagor Terlihat Lebih Cantik dengan Hijab

Bisa dilihat penampilan Risty Tagor tampak adem ya dengan jilbab syar’inya???

Artis Ber Hijab_Risty Tagor

5. Alyssa Soebandono

Alyssa Soebandono berhijab pasca dirinya dipersunting oleh Dude Harlino. Gaya hijabnya yang simpel namun tetap tampak kalem membuatnya sering jadi inspirasi wanita muslimah.

Artis Ber Hijab_Alyssa Soebandono

6. Natasha Rizky ber Hijab

Dulu artis yang satu ini dikenal sebagai bintang remaja, kini sosok Natasha Rizky berubah menjadi wanita dewasa dan berhijab setelah menikah dengan Desta.

Artis Ber Hijab_Natasha Rizky

7. Nina Zatulini Memakai Hijab

Nina Zatulini memantapkan diri untuk memakai hijab tepatnya setelah anak pertamanya sudah lahir.

Artis Ber Hijab_Nina Zatulini

8. Zaskia Sungkar Ber Hijab

Kesibukannya sebagai pebisnis dan artis tak mengurangi keputusan Zaskia Sungkar untuk berhijab setelah menikah dengan artis tampan Irwansyah.

Artis Ber Hijab_Zaskia Sungkar

9. Revalina S. Temat

Revalina S. Temat sudah berhijab beberapa tahun ini, tampak manis dan cantik yaa.

Artis Ber Hijab_Revalina S Temat

10. Zee Zee Shahab Memilih Ber Hijab

Sejak memiliki anak artis yang memiliki nama Zee Zee Shahab memang perlahan hijrah untuk memakai hijab hingga sekarang di setiap kegiatan rutinnya.

Artis Ber Hijab_Zee Zee Shahab
Posted on 2 Comments

Jenis Jenis Jilbab

Jenis macam jilbab sekarang semakin bermacam-macam, dan terbuat dari berbagai macam kain. Pada kesempatan kali ini laristahijab akan menuliskan artikel tentang jenis-jenis jilbab. Berikut penjelasan singkatnya :

1. Jilbab Segi Empat

Jilbab segi empat adalah jilbab yang terbuat dari kain yang memiliki panjang sisi sama panjang yang setiap bagian sisinya dirapikan dengan mesin obras, dijahit, ataupun dineci. Untuk jilbab segi empat yang karater tepinya dibiarkan terurai  tanpa dirapikan disebut jilbab rawis.

Baca juga : Jual jilbab segi empat murah berkualitas.

Jilbab segi empat

2. Pashmina

Pashmina adalah jilbab atau kerudung yang memiliki bentuk dasar berbentuk persegi panjang.

Pashmina

3. Bergo

Bergo yaitu salah satu jenis jilbab instan dengan ciri khas tambahan pet (bantalan busa) di bagian depannya yang praktis dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari. Dengan kemunculan kerudung atau jilbab instan bergo ini, makin memudahkan muslimah untuk tampil praktis dengan hijabnya.

Bergo

4. Jilbab Syiria

Jilbab syria adalah jenis jilbab bergo yang tidak menggunakan pet (bantalan busa) di jilbabnya.

Jilbab syiria

5. Jilbab Jumbo

Jilbab jumbo adalah jilbab yang memiliki ukuran jumbo atau panjang, ada yang menggunakan pet (bantalan busa) ada juga yang tidak menggunakan busa. Kelebihan dari jilbab ini adalah dapat menutupi tubuh dan dapat digunakan sebagai mukena.

Jilbab jumbo

6. Jilbab Segitiga

Jilbab segitiga adalah jilbab yang memiliki bentuk dasar berupa segitiga. Model kerudung atau jilbab segitiga juga merupakan salah satu yang familiar dan disukai para wanita muslimah sebagai bagian dari model busana modern yang dinamis yang bisa dipakai kapan saja.

Jilbab segitiga

7. Jilbab Rajut

Jilbab rajut adalah jilbab yang cara pembuatannya dengan cara dirajut, biasanya jenis jilbab ini dipakai untuk bandana atau ciput, daleman kerudung atau jilbab.

Bandana rajut

8. Jilbab Lengan

Sesuai dengan namanya jilbab lengan adalah jilbab yang memiliki ciri khusus terdapan lengannya.

Jilbab lengan

9. Jilbab Hoodie

Jilbab hoodie adalah salah satu jilbab instan yang cara penggunaaanya seperti memakai topi atau hoodie. Karena hoodie sendiri memilik arti topi dalam bahasa inggris.

Jilbab hoodie

10. Jilbab Monochrome

Jilbab monochrome adalah jilbab dengan ciri khas memiliki motif monochrome, yaitu terdiri dari dua warna dasar saja, seperti  garis lurus, polkadot,  zigzag, strip, bintang, kotak, sapi, atau motif lain yang hanya memakai dua warna saja seperti  putih hitam, putih merah, putih hijau atau warna lain.

Jilbab monochrome

11. Jilbab Instan Modifikasi

Jilbab instan modifikasi adalah jilbab atau kerudung yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat langsung digunakan tanpa jarum meski hanya dengan melilitnya saja. Jilbab instan modifikasi mempunyai berbagai macam variasi, ada jilbab modifikasi pashmina, dan lain-lain.

Jilbab modifikasi

12. Jilbab Cape

Jilba cape adalah jilbab dengan model berpotongan seperti mantel tanpa lengan dengan adanya tambahan penutup kepala yang berguna sebagai kerudung. Model jilbab seperti ini dapat menutupi tubuh dengan sempurna tanpa menunjukkan lekuk tubuh, sehingga bagus sebagai pilihan jilbab syar’i yang modis.

Jilbab cape

13. Jilbab Scraft Panjang

Jilbab scraft panjang adalah jilbab yang menyerupai bentuk jilbab pashmina, bedanya jilbab scraft panjang kainnya lebih tipis pada umumnya dan lebih panjang dari pashmina.

Jilbab scraft panjang

14. Jilbab Bertopi Anak

Jilbab bertopi adalah jilbab anak yang memiliki penutup seperti topi untuk menutupi kepala anak, sehinggaa terlihat lucu dan anggun dipakai anak-anak, selain itu berguna untuk menghalau panas matahari.

Jilbab topi anak

Sekian artikel tentang Jenis jilbab dari laristahijab, semoga bermanfaat untuk kita semua ^_^.

Posted on

Jual Jilbab Segi Empat

Jilbab segi empat adalah jilbab yang terbuat dari kain dengan sisi yang sama panjang atau segi empat, sehingga disebutlah jilbab segi empat. Jilbab segi empat dapat dibuat dari jenis kain sesuai keinginan.

Cara Membuat Jilbab Segi Empat

Untuk membuat jilbab segi empat dibutuhkan kain dengan ukuran sisi yang sama, apabila membeli kain sendiri maka guntinglah kain dengan ukuran sesuai keinginan.

Ada dua pilihan :

1. Jilbab segi empat rawis

Jilbab rawis adalah jilbab dengan pinggirannya tanpa dijahit atau tanpa dirapikan dengan mesin neci, sehingga pinggiran jilbab dibiarkan saja setelah digunting. Mesin neci adalah mesin mirip mesin obras yang memiliki fungsi merapikan tepi kain.

2. Jilbab segi empat

Jilbab dengan pinggiran dirapikan, menggunakan mesin jahit atau menggunakan mesin neci, bila anda belum punya mesin neci tinggal dibawa ke jasa penjahit yang melayani neci jilbab. Biasanya biaya merapikan tepi kain/jilbab per meternya seribu rupiah (Rp,1000), apabila jilbab dengan ukuran 125 cm x 125 cm maka biaya neci nya 5000 karena keliling kainnya lima (5) meter.

Nah apabila tidak mau repot-repot beli kain, menggunting, dan membawa kain ke jasa neci maka laristahijab solusinya. Kami melayani jilbab segi empat dengan ukuran dan warna sesuai permintaan konsumen, tentunya dengan harga yang terjangkau. Kami juga melayani jenis kainnya sesuai permintaan.

Berapa Keuntungan Yang Diambil Larista Hijab

Kami mengambil keuntungan lima ribu rupiah (Rp.5000), dari harga beli kain. Misalnya harga kain wolvis per meter saat ini dua puluh enam ribu (Rp.26.000), maka apabila membuat jilbab segi empat ukuran 150 cm X 150 cm biaya yang dibutuhkan untuk membeli kain adalah tiga puluh sembilan ribu rupiah (Rp.39.000). Maka kami menjual jilbab segi empat berbahan wolvis (wolpeach) tersebut dengan harga empat puluh empat ribu rupiah (Rp.44.000). Sehingga keuntungan yang kami dapat adalah lima ribu rupiah (Rp.5.000). Padahal biaya produksi tidak kami hitung, yang kami hitung adalah harga beli kainnya saja. Kami berusaha memberikan pelayanan dengan sistem transparan sehingga konsumen nyaman dan puas dalam berbelanja. Berikut daftar harga jilbab segi empat berbahan kain wolfis dari kami :

Jilbab segi empat

Pemesanan bisa melalui SMS atau WhatsApp ke nomor 085733500171, atau melalui belanja langsung di keranjang belanja laristahijab.com. Semoga bermanfaat ^_^.

Posted on 1 Comment

Kain Crepe, Karakteristik dan Jenis Jenisnya

Kain crepe adalah jenis kain bertekstur yang terlihat kasar bahkan baru saat dilihat, berkerut, juga berkeriput, lebih tepatnya bertekstur seperti kulit jeruk. Kata crepe sendiri berasal dari bahasa perancis “crinkle” yang berarti kerut. Kesan kasar yang ditampilkan bahan kain crepe tersebut yaitu diperoleh dari proses tenun kain yang sangat bervariasi.

Baca juga : Jenis jenis kain.

Kain crepe

Karakteristik Kain Crepe

Kain crepe mempunyai sifat yang lentur dengan tekstur yang permukaannya terlihat berpasir atau berkerikil, kasar atau terkesan berkerut. Meski permukaanya terlihat kasar atau berkerut, namun jika dipegang teksturnya akan terasa lembut.

Jenis Jenis Kain Crepe

1. Kain Bubble Crepe

Kain bubble crepe adalah kain crepe dengan tekstur kulit jeruk yang sangat nampak dan jelas. Tekstur jeruknya sangat terasa ketika diraba dan terlihat jelas. Bahan kain bubble crepe ini cukup nyaman dipakai untuk bahan jilbab maupun gamis. Karakteristik dari kain bubble crepe agak melar, ringan dan jatuh.

2. Kain Moss Crepe

Kain moss crepe adalah kain dengan tekstur jeruk seperti butiran pasir yang tersusun, seperti ada pasir yang menempel pada permukan kainnya. Karakteristik pada kain moss crepe cukup tebal, serat pada kainnya rapat dan tidak terlihat menerawang.

3. Kain Arabian Crepe

Kain arabian crepe adalah duplikat dari jenis kain moss crepe dengan grade atau kualitas di atasnya. Kain arabian crepe lebih lembut, lebih dingin, adem, dan lebih tebal dari pada jenis kain moss crepe.

4. Kain Crezia Crepe

Kain crezia crepe adalah kain bertekstur jeruk yang memiliki karakteritik lentur, tekstur kain menyerupai objek wajik. Kain memiliki massa jenis ringan, jatuh dan kain tidak mudah kusut, namun lebih transparan jika dibandingkan dengan kain moss crepe.

5. Kain Diamond Italiano

Kain Diamond Italiano adalah jenis kain crepe yang memiliki sifat ringan, jatuh, cukup melar, karakteristik kain tipis dan menerawang.

6. Kain Diamond Georgette

Kain diamond georgette adalah bahan kain yang hampir mirip dengan kain diamond italiano, perbedaanya tekstur jeruk yang samar-samar namun masih terlihat.

7. Kain Barbie Ceruti Atau Baby Doll

Kain barbie ceruti atau baby doll adalah kain crepe yang paling tipis, paling ringan, paling jatuh dan paling transparan. Karakteristik kain tidak elastis dan sangat menerawang.

Jenis kain crepe

Perawatan Kain Crepe

Yang perlu dilakukan pada perawatan kain crepe adalah saat menyetrika sebaiknya hati-hati, gunakan suhu rendah atau low karena apabila terlalu panas maka kain akan rusak dan bahkan bisa meleleh.

Sekian ulasan singkat tentang kain crepe dari laristahijab, semoga bermanfaat ^_^.

Baca juga : Jenis jenis kain.

Posted on Leave a comment

Kain Denim, Karakteristik dan Jenis Jenisnya

Kain denim adalah kain dengan bahan yang terbuat dari kain katun twill. Kain denim awal mula dibuat  di sebuah kota di Perancis, yaitu kota Nimes. Pada awalnya bahan ini disebut dengan sebutan ‘Serge de Nimes’ kemudian di singkat menjadi de Nime atau lebih umum disebut Denim.  Pada awal abad ke 17  denim juga mulai tersebar dan terkenal di Inggris. Setelah itu kain denim semakin dikenal di kalangan para penggemar fashion di Negara Eropa. Nama kain denim sendiri mulai merambat ke daratan Amerika sehingga kain denim dipakai untuk pembuatan celana Koboi.

Baca Juga : Jenis-Jenis Kain.

Kain denim

Karakteristik Kain Denim

Kain denim adalah kain yang sangat kuat yang mempunyai karakter agak tebal, mirip karpet namun lebih tipis dan juga halus. Pada awal mula produksi kain denim hanya mempunyai satu warna yaitu warna indigo. Tapi seiring perkembangan zaman dan permintaan maka saat ini kain denim mempunyai warna yang bermacam-macam seperti hitam, putih, abu-abu, putih, coklat, biru gelap, biru terang, dan lain-lain.

Jenis Jenis Kain Denim

1. Kain Dry Denim atau Raw Denim

Kain dry denim adalah kain denim yang tidak melewati proses pencucian setelah diwarnai, sehingga kainnya lebih keras dan kaku dan selanjutnya akan mengalami penyusutan. Selain itu dikarenakan tidak melalui proses pencucian, warna pada dry denim juga solid atau tanpa bagian yang luntur atau hilang warna sebagian.  Seiring waktu (setelah dipakai selama beberapa bulan), warna ini pada akhirnya juga akan luntur, tapi di bagian-bagian tertentu saja sesuai dengan perilaku pemakaian para pemakainyaa. Ini membuat kain denim tersebut terlihat unik dan terlihat natural.

2. Kain Pre Washed Denim

Kain pre washed denim adalah jenis kain denim yang telah melalui proses pencucian kain. Kainnya lebih lentur sehingga nyaman sejak pertama kali dipakai. Selain itu, karena telah dicuci sebelumnya, kain ini tidak mudah mengalami penyusutan. Untuk warna, kain pre washed denim sudah memiliki beberapa bagian yang warnanya luntur. Bagian mana yang luntur dan bagaimana pola lunturnya biasanya sudah ditentukan oleh penjahit atau pembuat denim-nya.

3. Kain Ramie Denim

Kain ramie denim adalah kain denim yang dikombinasikan dengan serat tanaman rami. Campuran ini membuat kain denim yang diproduksi menjadi lebih halus dari biasanya, serta dapat mengurangi kerutan-kerutan pada kainnya. Denim jenis ini juga tidak mudah kotor dan berkarakter mudah menyerap air.

4. Kain Stretch Denim

Kain Stretch denim adalah kain denim yang dikombinasikan dengan bahan elastis yaitu bahan serat spandek sekitar dua hingga tiga persen. Kain ini sering dimanfaatkan untuk membuat celana jeans, terutama jeans wanita.

5. Kain Poly Denim

Kain poly denim adalah kain denim yang dikombinasikan dengan serat polyester. Bahan ini membuat kain denim yang diprosuksi menjadi lebih ringan dan cocok dipakai untuk acara formal atau semi-formal. Selain itu, kain denim yang satu ini juga lebih cepat kering setelah dicuci.

6. Kain Black Coated Denim atau Waxed Denim

Kain black coated denim adalah kain denim yang dilapisi dengan warna dari pewarna akrilik berwarna hitam untuk mengawetkan kain sehingga lebih tahan lebih lama. Selain itu, denim jenis ini juga secara tidak langsung akan berwarna hitam dan terlihat mengkilap. Namun warna pada kain itu juga akan luntur seiring pemakaian yang lama.

Jenis kain denim

Penggunaan Kain Denim

Kain denim dapat digunakan untuk berbagai macam pembuatan busana atau pakaian, diantaranya kain denim digunakan untuk celana yang biasa disebut celana jeans, jadi jeans bukanlah bahan yang dipakai tetapi sebutan untuk celana yang berasal dari kain denim. Selain untuk celana kain denim pada umumnya digunakan untuk membuat jaket, rompi, topi, dan tas.

Sekian sedikit coretan dari laristahijab tentang kain denim, semoga bermanfaat ^_^.

Baca Juga : Jenis-Jenis Kain.

Posted on 2 Comments

Kain Twiscone, Karakteristik, dan Kelebihannya

Kain twiscone adalah kain yang menyerupai dengan kain sifon, tetapi lebih tebal, berat, dan berkarakter halus. Kain merupakan bahan yang berkarakter fleksibel yang diciptakan dari jaringan serat alami atau buatan. Dalam industri garmen dan konveksi sendiri dikenal banyak sekali jenis-jenis bahan kain tekstil yang bisa dipakai untuk membuat pakaian. Salah satu diantaranya yaitu berupa kain twistcone. Secara garis besar kain twistcone yang biasa dimanfaatkan untuk membuat shawl, blazer dan produk desain baju lainnya ini memiliki banyak kemiripan dengan kain sifon namun sedikit lebih tebal. Oleh sebab itulah busana yang dibuat dari bahan twistcone sebagian besar tidak membutuhkan puring yang terlalu tebal. Kain twistcone yang mempunyai karakteristik ringan, lembut dan jatuh. Dibandingkan dengan bahan hycon dan sifon, kain twiscone mempunyai serat yang lebih padat. Jika diamati secara detail struktur penyusun atau jalinan benang pada kain tekstil tersebut akan tampak seperti twisted (kepang).  Maka dari itu bahan twistcone ini cenderung berserat dan tidak terlalu menerawang jika dibandingkan dengan kain chiffon atau sifon. Dari segi ketebalan kainnya, bahan kain twistcone biasanya memiliki kualitas yang berbeda beda. Kain twistcone yang diciptakan dari warna gelap umumnya mempunyai tampilan yang sedikit lebih pekat dan tidak menerawang jika dibandingkan dengan kain twistcone standar yang berwarna putih.

Baca juga : Jenis-jenis kain.

Kain twiscone

Karakteristik Kain Twiscone

Secara umum karakter dan sifat dari kain bahan twistcone yaitu tekstur kain licin dan tipis (namun lebih tebal dari pada sifon), cenderung panas dan tidak menyerap keringat, ringan, lembut dan jatuh di badan, tidak mudah melar (stretch), serta kain tidak mudah bau.

Kelebihan Kain Twiscone

Kelebihan dari kain twiscone diantaranya adalah kain tidak menerawang dan tidak menimbulkan bau biarpun berkeringat. Sedangkan kekurangan dari kain twiscone adalah kurang cocok digunakan di cuaca panas.

Penggunaan Kain Twiscone

Bahan atau kain twiscone adalah salah satu jenis bahan pakaian yang umumnya banyak dipergunakan untuk membuat berbagai macam dan model busana, terutama bagi wanita. Penggunaannya mulai dari produksi blazer, dress, baju gamis dan lainnya.

Sekian artikel laristahijab tentang kain twiscone, semoga bermanfaat ^_^.

Baca juga : Jenis-jenis kain.

Posted on Leave a comment

Kain Rajut, Jenis Jenis Kain Rajut

Kain rajut adalah kain yang pembuatannya dengan cara menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya memakai sehelai benang. Dimana barisan benang yang berbentuk loop (lingkaran atau lengkungan) biasa digunakan sebagai kaitan antar benang. Merajut dalam bahasa inggris disebut ‘knitting”. Merajut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan tangan dan dengan menggunakan mesin. Beberapa contoh kain rajut yang dirajut dengan mesin yaitu kain jersey, mesh, berber, felt, handuk.

Kelebihan Kain Rajut

Dibandingkan dengan kain tenun, tingkat elastisitas dari kain rajut lebih baik. Kain rajut dapat mudah meregang disebabkan oleh loop-loop pada struktur kain tersebut. Tidak hanya itu, elastisitas nya yang tinggi juga memungkinkan si pemakai bergerak lebih bebas dan leluasa. Kelebihan lain dari kain rajutan adalah kain ini tidak mudah kusut saat digunakan, penyimpanan, atau pengepakan. Juga cocok digunakan untuk pakaian saat cuaca dingin. Namun, rajutan memiliki potensi lebih tinggi akan penyusutan jika dibandingkan dengan kain tenun.

Baca juga : Jenis-jenis kain.

Kain rajut

Jenis Knitt atau Rajutan

1. Single Knitt

Single knitt adalah rajutan jarum single, pemakaian hanya satu permukaan atau tidak dapat dibolak-balik. Jenis rajutan ini rapat, bahan padat, kurang alastis. Pada umumnya produk kaos yang beredar di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.

2. Double Knitt

Double knitt adalah rajutan Jarum Double, maka penggunaannya dapat dibolak-balik. Jenis rajutan ini tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur atau elastis. Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini salah satunya pakaian untuk bayi dan pakaian untuk anak-anak. Ada sebagian orang menamai bahan ini dengan sebutan Interlock.

3. Lacoste

Lacoste adalah jenis rajutan tekstur atau rajutan corak. Penggunaan tidak dapat dibolak-balik. Jenis rajutan yang bertekstur, bulat, kotak, atau mirip segitiga kecil-kecil. Sebagian  ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan umumnya digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos kerah.

4. Striper atau Yarn Dye

Striper adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye). Penggunaan tidak bisa di bolak-balik. Jenisnya bisa Single knitt maupun double knitt. Finishing harus open set atau belah. Biasanya bahan ini umum dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa.

5. Drop Needle

Drop needle adalah rajutan dengan variasi cabut jarum. Penggunaannya bisa di bolak-balik. Jenis rajutan dengan tekstur garis lurus vertikal, lembut, dan elastis. Produk kaos ini banyak digunakan untuk kaos singlet.

Penggunaan Kain Rajut Dalam Hijab

Penggunaan kain rajut dalam hijab umumnya digunakan sebagai ciput atau bandana, karena rongga rajutan yang banyak sehingga tidak membuat kepala atau rambut panas / lembab.

Bandana rajut

Baca juga : Jenis-jenis kain.

Posted on Leave a comment

Kain Jersey dan Jenis Jenisnya

Kain jersey adalah kain yang berasal dari jenis tekstil rajutan, yang terdiri dari serat katun seluruhnya atau sebagian dicampur dengan serat sintesis. Awal mula dari penyebutan nama kain jersey yaitu berasal dari nama Pulau Jersey. Jersey adalah gugusan pulau yang terletak di Kepulauan Channel, yang terletak antara Inggris dan Perancis. Alasan mengapa banyak orang suka memakai kain jersey adalah faktor peregangan. Kain dapat meregang hingga 25 persen dari bentuk semula. Selain itu, kain ini cenderung melekat pada tubuh. Kain ini juga digunakan untuk bahan gaun atau dress yaitu memanfaatkan karakteristik kain yang melekat atau pas di badan. Kain jersey juga tersedia dalam berbagai variasi warna dan pola yang sesuai dengan semua selera. Ketika menjahit kain jersey, sebaiknya kain dicuci terlebih dahulu terutama jika bahan kainnya adalah kapas atau katun. Semua rajutan cenderung menyusut ketika dicuci, dan mencuci terlebih dahulu akan menghilangkan masalah penyusutan.

Baca juga : Jenis-jenis kain.

Kain jersey

Karakteristik Kain Jersey

Karakteristik atau ciri ciri dari bahan kain jersey ini adalah merupakan kain katun sterch, halus, lebih tebal dibandingkan dengan kain spandex, rayon, serta tidak berbulu, memiliki daya serap keringat yang baik, namun daya serapnya masih di bawah kain katun.

Penggunaan Kain Jersey

Penggunaan dari kain jersey ini pada umumnya dipakai untuk memproduksi kaos seperti kaos jersey bola, dan juga untuk selimut muslim dingin. Dengan karakteristiknya yang hangat, fleksibel, elatis dan dapat mencegah panas badan keluar, ini menjadi salah satu pilihan tepat untuk menggunakannya sebagai lapisan pakaian yang paling dekat di kulit badan kita.

Jenis Jenis Kain Jersey

1. Kain Jersey Hight Twist

Kain jersey hight twist adalah kain jersey yang memiliki campuran bahan polyester di dalamnya dan  merupakan salah satu jenis jersey yang banyak beredar di pasaran karena harganya yang sangat terjangkau dan juga serat rajutan kainnya yang rapi dan memiliki sifat mengkilap. Bahan jersey jenis Hight Twist memiliki varian warna yang banyak, karena terdapat campuran bahan polyester maka sifatnya agak panas. Bahan jersey hight twist memiliki dua macam yaitu yang pertama kain jersey hight twist tenun yang tidak melar, umumnya dipakai untuk membuat baju model blazer, jas dan sejenisnya. Yang ke dua kain jersey hight twist jenis kaos dengan karakteristik melar banyak dimanfaatkan untuk bahan jilbab dan sejenisnya

2. Kain Jersey Spandek

Kain spandex jersey atau Spandex ITY/ATY, sering juga disebut dengan spandek jersey korea. Spandek ITY adalah nama lain dari bahan jersey yang mempunyai kualitas paling tinggi dipasaran. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa sebutan ini adalah sebutan untuk bahan jersey yang asli dari pabrik. Ciri ciri kain jersey spandek diantaranya kainnya yang sangat jatuh, keset dan tidak kasar, serat terlihat sangat halus, tidak mengkilap, adem dan lembut saat disentuh.

3. Kain Jersey Stela

Kain jersey stela kualitasnya berada satu tingkat dibawah kain jersey spandex ITY. Ciri cirri kain jersey stela yaitu keset dengan sedikit licin dibandingkan spandex ITY, jika diamati dari dekat terlihat serat katun seperti pada bahan kaos, adem dipakai.

4. Kain Jersey Serena

Kain  jersey serena mempunyai tekstur yang halus atau lembut serta padat, dengan berat jenis sekitar 0,21 kg/m2. Bahan ini biasanya digunakan untuk membuat seragam olahraga. Kain jersey serena adalah bahan yang mendekati bahan pakaian yang diproduksi oleh brand Adidas dan Nike.

Sekian sedikit ulasan dari laristahijab tentang kain jersey, semoga bermanfaat ^_^.

Baca juga : Jenis-jenis kain.

Posted on Leave a comment

Mengenal Kain Polyester, Kelebihan, dan Jenis-Jenisnya

Polyester adalah serat sintesis atau serat buatan yang zat komponennya juga terdapat pada minyak bumi atau ester, selain itu polyester dapat berasal dari PET (polyethylene terephthalate), bahan yang sama yang ditemukan pada botol minuman plastik. Maka banyak botol minuman plastik atau botol plastik bekas yang di recycle atau didaur ulang dengan cara memanaskannya kembali untuk mendapatkan serat polyester. Polyester dikenal sebagai bahan tekstil dikarenakan perawatannya yang simpel, juga dikenal sebagai bahan tekstil yang serbaguna yang dapat dipakai untuk berbagai macam kebutuhan  misalnya untuk bahan pakaian, perabot rumah tangga, peralatan komputer, tape recorder, isolasi listrik dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kain polyester

Kelebihan Kain Polyester

Kain yang berasal dari serat polyester ini dikenal tahan lama, tidak mudah kusut, dan lebih cepat mengering saat dijemur. Kelebihan lainnya adalah kain polyester lebih tahan terhadap berbagai bakteri, tahan air (water-resistant) dan juga tidak mudah menyusut ataupun melar setelah dipakai. Selain itu juga tahan terhadap pencucian yang menggunakan bahan kimia atau dry cleaning maupun pelarut organik . Namun seperti jenis serat lainnya yang memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai bahan tekstil, polyester juga memiliki kekurangan yaitu tidak bisa menyerap keringat sehingga terasa panas saat digunakan di cuaca yang panas.  Bahan ini lebih cocok dipakai di tempat ber AC atau di daerah yang suhunya dingin. Untuk meminimalisir kelemahan tersebut, maka salah satunya yaitu dengan cara digabungkan dengan bahan lain misalnya katun sehingga disebut kain katun polyester (polycotton). Bahan serat polyester membantu mempertahankan bentuk dari kain itu sendiri sekaligus dapat membantu membuat kainnya tidak mudah kusut, atau tertmpel noda, sedangkan katun menyumbang daya serapnya dan kenyamanan terhadap kain tersebut. Selain itu sekarang ini sudah ada beberapa teknologi pakaian dari polyester yang bisa menyerap keringat seperti Dryfit yang berpori (kaos Nike) yang biasa digunakan untuk kaos Jersey Sepak Bola ataupun Sepeda.

Jenis-jenis Polyester:

1. PET (PolyEthylene Terephthalate)

Polyethylene terephthalate atau PET, adalah jenis serat yang paling populer dari polyester yang digunakan untuk bahan pembuatan kain. Untuk memproduksi PET polyester, ethylene glycol dicampur dengan asam tereftalat atau metil ester dengan katalis antimon. Dapat didaur ulang adalah keuntungan utama dari jenis serat ini serta dapat menghemat waktu yang cukup besar dalam proses produksi sebuah kain.

2. PCDT

PCDT polyester menggunakan kombinasi kimia yang disebut-poli 1, 4-cyclohexylene-dimethylene tereftalat. Jenis kain PCDT polyester tidak sepopuler PET, tapi tetap digunakan sebagai jenis polyester karena menawarkan ketahanan dan elastisitas kain yang lebih besar. PCDT polyester sangat cocok untuk produksi tekstil yang lebih berat seperti pembuatan tirai dan aksesoris furniture.

3. Benang

Benang juga temasuk serat polyester, beberapa macam serat digunakan untuk membuat jenis polyester ini. Benang filamen, benang pintal dan benang bertekstur yang diolah melalui proses khusus sehingga tercipta kain polyester dengan kualitas terbaik. Kain polyester yang terbuat dari benang ini memiliki tampilan yang lebih menyerupai kain alami daripada jenis lain polyester lainnya, meskipun masih sintetis.

Penggunaan Kain Polyester

Yang paling umum dan salah satu penggunaan awal dari kain polyester adalah untuk membuat pakaian, tas, sepatu, kain untuk interior, dan lainnya. Kain polyester telah memiliki banyak jenis di Indonesia, harganya pun lebih murah daripada beberapa jenis kain katun.

Kunjungi terus laristahijab untuk mendapatkan informasi dunia hijab, semoga bermanfaat ^_^.

Baca juga : Jenis-Jenis Kain.